The Jakmania X-Malank

konfirmasi ujicoba persikabo vs PERSIJA

Salah satu pengurus The Jak X-Malank (Ambon) telah menghubungi Korwil The Jak X-Malank (Suryadi), Korwil pun langsung berkoordinasi dengan Pengurus Pusat di Sekretariat.

Informasi yang diperoleh dari Sekretariat bahwa pertandingan ujicoba tersebut hanyalah isu. jangan percaya terhadap isu ujicoba tersebut.

DIBERITAHUKAN KEPADA SELURUH THE JAKMANIA UNTUK TIDAK BERANGKAT KE KAB.BOGOR, KARENA HARI JUMAT 26 FEB 2010 TIDAK ADA PERTANDINGAN UJICOBA persikabo vs PERSIJA JAKARTA..!!!

PERSIJA JAKARTA
sampai saat ini masih TC di Cilegon

"Kerusuhan yang melibatkan The Jakmania hanya akan membuat PERSIJA JAKARTA bertanding tanpa dukungan kita semua, HATI-HATI TERHADAP PROVOKATOR BERBAJU THE JAKMANIA"

Sampai saat ini pertandingan persitara vs PERSIJA JAKARTA hari Minggu tanggal 7 Maret 2010 belum ada ijin dari pihak keamanan.

Info PERSIJA JAKARTA

Persija Jakarta merampungkan seleksi pemain asing pada Rabu, 24 Februari 2010. Tim pelatih melakukan seleksi enam pemain yang terdiri dari empat striker dan dua bek. Seleksi berlangsung beriringan dengan pemusatan latihan training camp (TC) Persija di Stadion Krakatau Steel, Cilegon, Banten.

Dari empat striker yang diseleksi, ada dua nama yang sempat memiliki peluang besar untuk bergabung yaitu Park Jung Hwan dan Emalue Serge. Sedangkan dua pemain lain yaitu Jonathan Mengeli (Prancis) dan Toure Papa Abdou (Senegal) sudah dicoret. Nama stopper asal Slovenia, Dusan Bogdanovic malah sempat ikut seleksi.

“Sehabis latihan Rabu sore, Benny Dolo akan memutuskan siapa pemain yang akan dipilih. Ini seleksi terakhir, kami tak punya hari lain untuk seleksi,'' kata Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasjarief saat ditemui di Hotel Mangku Putra, Cilegon, Banten, tempat tim menginap.

Ferry memang tidak menyebut secara langsung siapa yang akan terpilih. Namun, sinyal besar merekrut Emanuelle Serge sangat terlihat. Serge adalah mantan pemain Arema Malang, yang putaran pertama Liga Super 2009/2010 membela klub Divisi Utama, Pro Duta.

“Secara pengalaman, Serge tentu lebih berpengalaman dibandingkan Park. Ia juga bisa berbahasa Indonesia lebih baik. Kalau Park, ia masih sulit berkomunikasi. Tapi lebih baik tunggu saja keputusan Benny,” tutur Ferry menjelaskan.

Bendol-sapaan Benny Dollo, pun akhirnya memastikan bila nama Serge menjadi pemain terakhir yang segera berbaju Persija pasca proses seleksi selesai dilakukan.

“Setelah melewati proses seleksi serta konsultasi dengan manajemen, kami memutuskan bahwa Serge adalah pemain resmi terakhir yang bergabung dengan Persija. Adaptasi lapangan serta lingkungan, Serge tak memiliki kendala. Proses registrasi di PT Liga Indonesia pun sedang diurus. Mudah-mudahan, dia sudah bisa turun saat derby dengan Persitara Jakarta Utara pada Minggu (7/3),” terang Bendol.

Meski tak menyebut angka yang dipatok, namun kisaran harga untuk menebus striker yang pernah patah kaki ini, konon mendekati angka Rp 300 juta. Nilai ini sebenarnya cukup mahal, bila faktor kontribusi di klub lamanya yakni Pro Duta di level Divisi Utama, hanya mencetak satu gol selama satu putaran saja. Saat ini dua pilar yakni Bambang Pamungkas dan Leonard Tupamahu masih pemulihan dari cedera. Pemusatan latihan di Cilegon dimaksudkan untuk menjaga peak performance pemain.

"Kebersamaan pemain harus dijaga. Jangan sampai pemain bosan menunggu pertandingan selanjutnya. Tugas di putaran dua sangat berat. Kami juga wajib menang di pertandingan tandang. Itu supaya kami bisa menjaga jarak dengan pesaing,'' ujar Maman.

Persija Jakarta menggelar training camp (TC) di Cilegon, Banten, mulai Selasa (23/2) hingga Kamis (26/2). Seluruh pemain Macan Kemayoran dibawa, kecuali Baihakki Kaizan yang kembali ke Singapura untuk memperkuat timnasnya dalam Kualifikasi Pra- Piala Asia 2010. Selama TC, Persija menggunakan Stadion Krakatau Steel, Cilegon, Banten, untuk berlatih setiap sore.

Khusus Rabu (24/2),Macan Kemayoran akan berlatih pagi dan sore. Pasalnya, pada Rabu sore, empat pemain Persija harus kembali ke Jakarta untuk bergabung dengan timnas Indonesia yang akan melawan tuan rumah Australia di Brisbane, pada partai pamungkas Pra-Piala Asia 2011.

Info : www.vivanews.com

Jakmania Berbahasa Sunda

Di bagian belakang kaos Oji tertulis,"Warga Jakarta Wajib Dukung Persija." Padahal anak 15 tahun ini tinggal jauh di luar wilayah ibu kota.

Oji, 15 naik kereta Rangkas-Kota yang biasa dijuluki "kereta langsam" dari stasiun Citeras, tempat tinggalnya. Tujuannya hanya satu, mendukung Persija Jakarta, kesebelasan kesayangannya. Jumat (19/02/2010). Tim "Macan Kemayoran" akan menghadapi tim Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan dalam lanjutan ajang Djarum ISL.

Tentu saja Oji tidak sendiri. Ratusan remaja sebayanya tumplek memenuhi 7 gerbong kereta Rangkas-Kota. Mereka mudah dikenali dengan gaya khas ABG: merokok, rambut dengan punk-look dan terutama, segala atribut berwarna oranye. Atau paiing tidak dengan nuansa oranye.

Selain topi bertanduk dengan aksen oranye dan hitam, para Jakmania ini juga muncul dengan kaos berwarna dasar oranye atau hitam dengan segala macam grafiti. Bunyi tulisan bisa bermacam-macam dari puja-puji terhadap klub kesayangan mereka, "Persija Macan 1928, Kebanggaanku," atau "Persija Forever."

Namun bunyi grafiti di kaos para pendukung fanatik ini bisa juga bersifat provokatif seperti tulisan "Viking and Bonek" yang ditandai dengan tanda silang. Atau juga "Wanted! Kill the Vikings, everywhere, anytime, always." Mengerikan memang. Viking adalah kelompok pendukung tim Persib Bandung, sementara Bonek adalah kelompok pendukung tim Persebaya Surabaya.

Fenomena ini memang bukan hal yang aneh di sepakbola nasional. Tim-tim sepakbola dianggap sebagai representasi dari kelompok masyarakat yang merasa dekat atau memiliki mereka. Persib Bandung secara historis sudah dianggap sebagai representasi masyarakat Jawa Barat, bahkan di luar Bandung. Begitu pun Persebaya menjadi representasi masyarakat Jawa Timur di luar Surabaya.

Tetapi para Jakmnaia pendukung Persija dari wilayah pinggiran bahkan agak jauh dari Jakarta memang menjadi suatu fenomena unik. Apalagi mengingat di wilayah pinggiran jakarta tersebut terdapat juga tim-tim sepakbola seperti Persita maupun Persikota Tangerang yang memiliki kelompok pendukung sendiri. Dan para Jakmania dari Rangkas harus melalui beberapa wilayah seperti Tenjo, Parung Panjang, Tangerang, Serpong, Kebayoran Lama sebelum mencapai wilayah Senayan.

Secara kultural pun, para pendukung "KRL langsam" ini berbeda dengan para Jakmania dari pusat kota seperti dari Cikini, Cilincing, Taman Sari, Tebet dll. Mereka lebih fasih berbahasa Sunda antarmereka, ketimbang ber "lu-lu, gue-gue," meski mereka mengenakan kaos bertuliskan,"Gue Anak Jakarta."

Oji, yang mengenakan kaos, "Warga Jakarta Wajib Dukung persija," hanya tersenyum saat ditanya mengapa dia sebagai anak Citeras merasa wajib mendukung tim ibu kota tersebut. Jawaban justru datang dari kumpulan teman-temannya yang duduk menggelosor di lantai kereta,"Bapak kita kan orang Jakarta, Pak. Tiap hari bolak balik naik KRL karena cari duit di Jakarta..."


Sumber www.kompas.com

PERSIJA vs SFC

Partai kandang Persija saat menjamu team Sriwijaya FC yang menurut jadwal semula akan digelar pada hari sabtu, 20 Februari 2010 akan DIMAJUKAN menjadi hari Jumat, 19 Februari 2010 di Stadion GBK Senayan Jakarta, Jadwal Kick Off akan dimulai pukul 15.30 WIB dan pertandingan akan dilaksanakan dengan option boleh dihadiri oleh kedua supporter baik Persija Jakarta maupun Sriwijaya FC

Persija Rakor dengan PMJ

Panitia pelaksana pertandingan Persija Pusat Jakarta, Selasa (2/2) akan menggelar rapat koordinasi dengan Polda Metro Jaya. Rapat kali ini akan membahas masalah keamanan menjelang laga melawan Persela Lamongan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Rabu (3/2).

Hal itu diungkapkan Sekretaris Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persija Jakarta Kusheri dalam rilis yang diterima Media Indonesia, Senin (1/2). Menurut Kusheri, Polda Metro Jaya akan memanggil panpel Persija, Ketua Persija dan perwakilan The Jakmania, suporter Persija.

Ia menambahkan rapat tersebut juga akan menentukan nasib Persija apakah laga tersebut bisa digelar dengan atau tanpa penonton. Menurut Kusheri, secara lisan panpel sudah mengantongi izin lisan untuk menyelenggarakan pertandingan dengan dihadiri penonton. "Tapi secara tertulis memang belum," ujarnya.

Ia sangat berharap aparat kepolisian bersedia mengeluarkan izin dengan penonton. Ia juga mengimbau para Jakmania menjaga ketertiban sehingga pihaknya tidak kesulitan lagi mendapatkan izin keamanan dari Polda Metro Jaya.

Menjamu Persela, Persija Terancam Tanpa Penonton

Persija Pusat terancam memainkan partai terakhir paruh musim Liga Super Indonesia 2009/2010 tanpa penonton saat menjami Persela Lamongan, 3 Februari mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Ancaman laga tanpa penonton ini terkait laga terakhir Macan Kemayoran di Lebak Bulus saat menjamu Persijap Jepara, akhir pekan lalu. Saat itu, ribuan pendukung Persija tumpah ruah di kawasan Lebak Bulus dan sekitarnya. Akibatnya, terjadi kemacetan total di kawasan Pondok Indah, Pondok Pinang, serta Cilandak. Kondisi ini membuat pihak keamanan kemungkinan tidak akan mengeluarkan izin pertandingan dengan penonton.

Larangan bermain tanpa suporter di kandang sudah dua kali dialami Persija pada Januari lalu yakni saat menghadapi Persitara Jakarta Utara dan Bontang FC.

Ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persija Wargo mengatakan pihaknya masih terus melobi Polda Metro Jaya agae laga terakhir ini bisa kembali digelar di SUGBK dan bisa disaksikan pendukung. Wargo bahkan optimistis Persija bisa berlaga di SUGBK dengan disaksikan penonton sekalipun sempat muncul insiden yang tidak perlu pada pertandingan sebelumnya.

"Kekhawatiran menggelar laga tanpa penonton memang sempat muncul. Tapi, sepertinya sekarang sudah tidak ada masalah. Semuanya sedang dipersiapkan. Biasa, izin baru turun sehari jelang pertandingan," tukas Wargo di Jakarta, Senin (1/2).

Hal senada juga diungkap asisten manajer Persija Ferry Indrasjarief. Menurutnya, secara lisan izin keamanan menjamu Persela dengan penonton sebetulnya sudah digenggam. "Namun, eksekusi kepastiannya masih dalam tahap pembicaraan," kata Ferry.

Persija seharusnya bisa mendisiplinkan para suporternya agar ancaman tanpa penonton seperti ini tidak kembali muncul. Apalagi, sebelumnya, Persija sudah dihukum denda Rp20 juta oleh Komisi Disiplin PSSI akibat The Jakmania merusak beberapa sisi SUGBK saat mereka menyaksikan partai kontra Persisam Samarinda pada Minggu (24/1) lalu. Persija bahkan masih menunggu sanksi administratif dari pengelola SUGBK akibat ulah tersebut.
Photobucket